Photoshop Tutorial – Graphic Design

Photoshop tutorial, Graphic Design, web design, web programming, design graphic, logo design, Advertising Design, Free e-book, politic, history, SEO, desain indonesia

Pohon Mangga Depan Kost


Seharian ini aku hanya berkutat didalam kamar kost saja. Badan terasa lemas dan sedikit meriang, mungkin karena pengaruh pergantian musim yang terlambat. Tiap apa pun yang aku lakukan selalu berhenti di tengah jalan. Beres-beres kamar juga gak selesai seluruhnya, tiba-tiba capek yang ada malahan. Udah serius-serius baca buku, eh.. tau-tau mood hilang begitu aja. Jadi gak konsen lagi sama isi buku yang aku baca. Aku lempar begitu saja buku di tanganku ke atas meja kecil di dekat komputer. Akhirnya aku nyalakan saja komputer di kamar, tapi tetap saja gak tau musti ngapain ma itu komputer.

Aku ambil kotak rokokku, kunyalakan sebatang, duduk dan termenung sambil mendengar alunan music dari Iwan fals tanpa memikirkin suatu apapun, bahkan carut marut permasalahan hidupku tidak terbesit sama sekali dalam pikiran ini. Hanya kosong dan hampa yang ada di pikiran ini. Tapi justru kekosongan tiu membuat hati ini menjadi tenang. Tiba-tiba saja, bruak!!! suara keras menghantam genting teras depan kamar yang terbuat dari seng. Dalam hati aku mengumpat akan suara itu. Sialan! bikin kaget orang saja. Suara mangga yang jatuh karena sudah tua benar atau mungkin karena busuk di atas genting teras depan kostku yang pohon  rindangnya menjulur sebagian ke atas kost selalu menimbilkan suara keras tiap tahunnya. Begitulah kalau sudah musim mangga berbuah. Suara keras mangga jatuh selalu membuat kaget di sela-sela kegiatan di dalam kost. Suara keras dan tiba-tiba kerap kali mengagetkan kami, apa lagi di waktu malam yang hening dimana para penghuni kost belum pada pergi ke alam bawah sadar. Kagetnya gak kalah dengan kaget kala melihat hantu. hiiii…mang pernah melihat hantu apa aku ini. Kejadian ini terjadi tiap tahunnya. Dan aku hanya bisa mengumpat dalam hati saja. Tetangga sebelah yang cenderung diam membuat kami kurang begitu akrab. Jadi tidah pernah ada peringatan untuk memotong dahan yang menjulur ke atas genting kost terlayangkan kepada tetangga sebelah.

Panas terik siang ini membuat suhu kamar bak panggangan roti. Kipas kecil yang terus menyala dan tubuh yang bertelanjang dada tak bisa membohongi bahwa siang ini benar-benar panas. Rokok masih tinggal setengah. Aku masih duduk sambil menghisap rokokku. Kujulurkan tanaganku pada sebuah buku yang teronggok di atas meja. ya, Buku karangan Pramoedya Ananta Toer, Bukan Pasar Malam. Meski ini untuk yang ketiga kalinya aku membacanya, siang yang panas ini tidak membuatku malas untuk membacanya.

Mmm… sampai pada bab dimana Ayah Pramoedya meminta pada anak-anaknya untuk membawanya pulang dari rumah sakit, tiba-tiba saja.. bruak!!! bunyi mangga yang jatuh di atas genting itu tetap saja membuatku kaget setengah mati. Sialan! dalam hati aku mengumpat sekali lagi. Sambil berguman sebal akan adanya pohon mangga depan kost, aku teruskan membaca roman karya Pram tersebut.

Tak lama kemudian erdengar suara ibu-ibu memanggil dari depan, “Mas…mas…mas”. Aku bergegas ke depan dan melihat siapa garangan yang memanggil dan apa perlunya. Eh ternyata Ibu sebelah kost yang datang sambil menenteng tas plastik. Dari bentuknya aku tau kalau itu buah mangga. “Ini mas, mangga buat teman-teman, maaf kalau gak bisa kasih banyak” segera aku menjawabnya, “Ahh.. repot-repot saja ibu ini, makasih banyak bu”. Sedikit basa basi sebagai pemanis yang sering kita temui dalam keseharian kita. Entah itu benar merasa tidak enak karena merepotkan atau tidak. Namanya juga pemanis percakapan, aku ucapkan begitu saja dan segera aku bergegas masuk kedalam.

Langsung saja aku membukanya sesampainya didalam. Aku ambil sebuah dan lengsung memakannya. Selain suhu yang panas, perut juga sedikit lapar. Hmmm.. Segar benar buah mangga ini. Dalam hati terbesit sedikit penyesalan selama ini sat memakan buah mangga tersebut. “Maafkan saya Bu, Selama ini selalu mengumpat pohon mangga milik ibu” dalam hati aku hanya bisa ucapkan itu. Aku berpikir lagi dana aku sadar, bahwa kita hidup bermsyarakat harus bisa berbagi. Berbagi waktu, kesenangan, harta, bahkan berbagi tempat untuk sedikit pohon mangga yang daunnya mengarah ke atas kost. Yakinlah bahwa yang Dia yang di atas tidak akan tidur dan tinggal diam begitu saja.

Djogja 15 Okt 08

11 responses to “Pohon Mangga Depan Kost

  1. adisuseno February 24, 2010 at 9:22 am

    hehehe, ceritamu keren mas. untung aja koe nyesel pernah misuhi mangga tetangga sebelah.
    air tuba dibalas air susu tuh, hehehe
    Trus berkarya mas !

  2. Tips Photoshop December 24, 2009 at 5:31 pm

    lanjutkan aja dah.. hehehe

  3. irenk September 9, 2009 at 8:57 pm

    maklum, bawaan laper…😀

  4. whisnu January 29, 2009 at 10:41 pm

    apik emang pakpoh blog ke…kangen jogja aku…

  5. puspa December 22, 2008 at 9:45 pm

    saknone rek😀 bcanda Bos! Blog yg keren

  6. irenk October 25, 2008 at 6:20 am

    Tp kl ngrasani mangga sebelah kost gak papa kata yg punya, ha aha haa……. Tips ngeblog adalah menulislah sampai kamu tidak tau lagi apa yang harus di tulis (ketik).

  7. Suyanto October 22, 2008 at 3:51 pm

    Nggrasani yang jelek2 itu dosa. Mangganya montok2 gitu lho? Pancingan mangga Ibu sebelah kayaknya manis sekali apalagi hawanya panaaaaaas sekali.
    Blognya bagus sekali. Bagi2 dong tipnya.

  8. jabrix October 21, 2008 at 10:54 pm

    asyik cerita’e…….. tapi kok ujung2nya ternyt laper!!! hehehehe:)
    tapi kalimat akhir dr cerita nech q suka “Yakinlah bahwa yang Dia yang di atas tidak akan tidur dan tinggal diam begitu saja” hehehehe…….koyo kyai aja…….(just keading sam)

  9. inspirasi5jari October 21, 2008 at 7:54 am

    keren blognya… banyak ngasih inspirasi baru neh.. hehe,, tukeran link yuk bos…

    btw, klo ibu2 sebelah ngasih mangga lagi, kirim2 dong.. haha..

%d bloggers like this: