Photoshop Tutorial – Graphic Design

Photoshop tutorial, Graphic Design, web design, web programming, design graphic, logo design, Advertising Design, Free e-book, politic, history, SEO, desain indonesia

Makna Kemerdekaan yg Sesungguhnya


9.jpgBuku karangan Resink yang berjudul “Lima kerajaan merdeka di Indonesia”. Buku tentang hukum ini ingin membuktikan bahwa pada jaman penjajahan Belanda atas Indonesia, Masih ada 5 kerajaan di Indonesia yang berstatus “merdeka”, yang diantaranya Aceh, Bali dan Lombok.

Pramoedya Ananta Toer menentang akan isu buku tersebut. Menurutnya tidak benar bahwa negara-negara itu berstatus merdeka. Dari segi hukum mungkin iya, tapi tidak dari segi politik.

Indonesia adalah negara maritim. Siapa yang menguasai laut, dialah yang memegang kendali penuh. Jika lautan sudah di kuasai oleh bangsa lain, maka negara itu sudah tidak merdeka lagi. Begitu Belanda datang ke Indonesia, negara-negara (kerajaan) sudah tidak bebas lagi berhubungan dan melakukan perdagangan lewat laut. Konsep ini berlaku baik dulu maupun sekarang.

Apakah kita sudah benar-benar merdeka sekarang??? anak sekolah pasti dengan mudah akan menjawab “ya, kita merdeka pada 17 Agustus 1945”. Tapi jika kita telaah lebih dalam, pernyataan Pram memang tidak salah. Dari segi hukum mungkin benar kita merdeka. Tapi tidak dari segi geopolitik dan bahkan mungkin dari segi-segi yang lain. Hal ini tentunya dengan tidak mengacuhkan parjuangan para pahlawan yang telah gugur. Atau mungkin dengan kata lain, ya…Indonesia memang merdeka, tapi belum merdeka sepenuhnya. Masih terlalu banyak yang harus di perjuangkan lagi.

Coba kita lihat lagi ke belakang. angkatan Laut Amerika dengan mudah dan leluasanya hilir mudik melewati Selat Lombok dan selat Sunda. Pasir laut Indonesia sudah berada dimana-mana. Modal asing banyak ditanam dengan segala aturannya yang berbuntut menjadi kebijakan pemerintah. Subsidi yang menjadi tulang punggung rakyar kecil di potong, bahkan di hapus. Emas yang ada di Papua tidak pernah kita petik hasilnya.

PT Freeport Indonesia. itu hanya sebuah nama. Kekayaan yang ada di Papua adalah milik kita. Tapi berapa bagian yang bisa kita ambil??? berapa besar hasilnya untuk membangun Papua??? Berapa persen yang Indonesia dapatkan?

Saya lebih menghargai sikap Presiden Soekarno dulu. Jangankan untuk mengambil kekayaan alam kita. Untuk melewati laut kita aja Soekarno tidak akan bisa terima. Dulu pernah, waktu Inggris ingin melewati Selat Bali, Soekarno berkata “Jangan! Tuan Jangan lewat Selat Bali” dia tantang Inggris dan Inggris pun akhirnya mengurungkan niatnya dan meminta pada Soekarno untuk tidak mempublikasikan hall ini.

Kita akan benar-benar merdeka sepenuhnya jika kita sudah bisa menentukan nasib bangsa kita sendiri tanpa ada campur tangan dari bangsa dan negara lain.

by:irenk

5 responses to “Makna Kemerdekaan yg Sesungguhnya

  1. irenk April 3, 2008 at 10:48 am

    adanya pengakuan bahwa telah lahir sebuah negara dan bangsa baru yaitu Republik Indonesia.

  2. ruth haryanti March 22, 2008 at 6:40 am

    sebelumnya aku mo nanya ne…
    apa sech makna proklamasi kemerdekaan Indonesia bagi luar negeri ….???????????????

  3. irenk September 5, 2007 at 10:32 am

    Mungkin memang ia, bahwa di balik pengerukan kekayaan alam, kita mendapatkan uang yang berlimpah, ilmu yg banyak. Yang menjadi masalah adalah kita siapa????
    Apa udin yang mencangkul membantu ortunya sawah bisa mendapatkan ilmu yang mencukupi.
    Pemerataan yang tidak seimbang yang menjadi masalah kenapa Indonesia tertinggal dari negara2 tetangga. Javasentris, bahkan Jakartasentris kalau kita runtut lebih jauh lagi.
    India dan Pakistan telah banyak mengeluarkan beasiswa bagi masyarakatnya, bahkan benar2 beasiswa yg membantu pembiayaan sampai benar2 selesai sekolahnya.

  4. rahmat September 2, 2007 at 12:07 pm

    saya setuju dengan postingan anda diatas. bahwa secara de jure Indonesia memang telah mardeka. Secara de facto ? Apa rakyat Indonesia sudah merasakan kemerdekaan itu ? Khusus di bidang ekonomi, sepertinya SDA Indonesia bukan bangsa sendiri yang menguasainya, perlakuan yang tidak manusiawi terhadap tenaga kerja Indonesia di luar negeri, penjajahan budaya yang dilakukan oleh negara asing saat ini terhadap budaya bangsa yang heterogen ini, baik yang dilakukan melalui media elektronik maupun media-media lainnya. Sinetron-sinetron ala India yang melanglang buana di beberapa stasion televisi nasional sebagai suatu contoh, tingginya angka pengganguran dan banyaknya jumlah rakyat yang tergolong miskin, posisi tawar menawar yang sangat tidak menguntungkan Indonesia di forum international dan lain sebagainya yang mencerminkan keadaan atau posisi Indonesia saat ini, mardeka atau belum !

  5. Iwan Satyanegara August 28, 2007 at 8:17 pm

    Tenang Bung! Kalau dipikir lebih dalam, justru bangsa Indonesia sangat kejam kepada kaum kapitalis yang bodoh itu. Jelas, mereka mengambil dan mencuri kekayaan alam kita secara sistematis berpuluh-puluh tahun. Tentu dengan biaya maha triliun dolar, teknologi canggih dan sumber daya manusia berkualitas maha.

    Tapi inget?! Kita bisa mencuri kekayaan intelektual mereka hanya hitungan detik. Kita kaya dan bermandikan uang dari hasil jerih payah mereka. Siapa lebih sadis?

%d bloggers like this: