Photoshop Tutorial – Graphic Design

Photoshop tutorial, Graphic Design, web design, web programming, design graphic, logo design, Advertising Design, Free e-book, politic, history, SEO, desain indonesia

Supersemar dan Generasi Tanpa (Kepastian) Sejarah


11 Maret 2007 ini menjadi pertanda genapnya usia Surat Perintah Sebelas Maret. 41 tahun sudah sejak surat ini dikeluarkan pertama kali pada tahun 1966. Dan apa yang tersisa dari itu adalah ketidakpastian sejarah bagi generasi muda Indonesia.

Supersemar menjadi tonggak awal kekuasaan rezim (militer) Soeharto. Beberapa jam setelah Supersemar dikeluarkan dan ditandatangani Soekarno, Soeharto membubarkan dan melarang Partai Komunis Indonesia (PKI) yang diduga sebagai penyebab atas ketidakstabilan politik dan ekonomi Indonesia. Beberapa hari kemudian setelah 11 Maret, Soeharto mencopot dan menahan lima belas menteri yang berasal dari PKI.

Namun anehnya, hingga hari ini surat yang memiliki pengaruh teramat besar bagi perjalanan bangsa ini tak terbuktikan sama sekali keabsahannya. Para saksi mata langsung yang melihat penandatanganan dan penyerahan surat perintah ini pun tak cukup memberikan keterangan yang berarti hingga mereka satu persatu wafat. Tak ada yang dengan meyakinkan mampu memberikan kepastian untuk bangsa ini bahwa memang surat perintah itu benar adanya.

Naskah Supersemar yang kini tersimpan di Arsip Nasional bahkan bukanlah naskah asli. Dan di antara naskah-naskah salinan Supersemar, ada 23 salinan yang redaksinya berbeda satu sama lain meski isinya menyiratkan hal yang sama. Moerdiono, pada saat ia menjabat sebagai Mensesneg bahkan sempat mengatakan secara eksplisit kepada para mahasiswa di Simposium Mahasiswa Indonesia 1991 di Universitas Gajahmada Yogyakarta kalau naskah asli Supersemar, “untuk sementara bisa dikatakan hilang.”

41 tahun sudah dan Supersemar tetap hidup selayak mitos yang tak pernah bisa teruji keshahihannya. Tak pernah jelas, apakah Supersemar sesungguhnya tak lebih dari alat kudeta Soeharto yang memaksa Soekarno untuk menandatangani surat tersebut. Ataukah memang Soekarno dengan penuh kesadaran menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto demi kestabilan Indonesia. Ataukah Soeharto mengkhianati Soekarno, menggunting dalam lipatan? Generasi demi generasi hidup tanpa kepastian apapun tentang sejarah bangsanya sendiri.

Yang lebih membuat miris lagi, ketidakpastian sejarah bukan hanya terjadi dalam peristiwa Supersemar. Huru-hara yang terjadi di akhir bulan September 1965 juga masih menjadi kontroversi hingga saat ini. Korbannya lagi-lagi generasi muda Indonesia.

Kejaksaan Agung Republik Indonesia lewat Surat Keputusan Jaksa Agung (Skep JA) No. 019/A/JA/03/2007, yang berlaku sejak 5 Maret 2007 lalu memutuskan untuk melarang dan menarik buku-buku pelajaran sejarah SMP/Madrasah Tsanawiyah (MTs), SMA/Madrasah Aliyah (MA), dan SMK yang ditulis berdasarkan kurikulum 2004. Pelajaran sejarah yang harus diajarkan ke sekolah-sekolah diwajibkan untuk kembali menggunakan kurikulum pelajaran sejarah tahun 1994. Pasalnya, buku-buku pelajaran sejarah yang menggunakan kurikulum tahun 2004 tidak dengan tegas mengatakan bahwa pemberontakan G/30/S didalangi dan dilakukan oleh PKI. “Memutarbalikan fakta,” kata Jaksa Agung Muda Intelijen Muchtar Arifin. Buku-buku tersebut akan ditarik dari peredaran dan masyarakat yang menyimpannya diminta untuk menyerahkan buku-buku tersebut ke instansi kejaksaan. Bagi mereka yang menolak menyerahkan buku-buku tersebut, maka perbuatannya ini dapat digolongkan ke dalam pelanggaran yang bisa mengakibatkan sanksi penjara.

Padahal ketika pertama kali muncul, kurikulum tahun 2004 disambut hangat oleh beberapa kalangan masyarakat. Kurikulum sejarah yang ada, yang memang beberapa kali berganti itu, dianggap terlalu bermuatan politis ketimbang memuat fakta-fakta sesungguhnya. Setelah orde baru runtuh, maka perumusan ulang kurikulum pelajaran sejarah, demi mendapatkan keobjektifan sejarah, dianggap sebagai kemajuan. Membuka lagi ruang diskusi yang ilmiah dan bebas tekanan politik demi kebenaran sejarah.

Lepas dari itu semua, yang patut menjadi catatan adalah kebingungan generasi muda Indonesia yang terus-menerus disodorkan kenyataan abu-abu. Berganti kebijakan, berganti pula sejarah. Seolah sejarah adalah hal yang tidak pasti dan bisa diubah sekehendak hati. Tak ayal, generasi muda diombang-ambing sejarah bangsa sendiri.

Masalahnya, sampai kapan hal-hal serupa ini terjadi lagi? Padahal, ada kebajikan yang mengatakan untuk mengetahui ke mana kita menuju, yang harus diketahui pertama kali adalah dari mana kita berasal. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya,” ini kata-kata Soekarno. Bukan bangsa yang mempermainkan sejarahnya.

Oleh Mayo D

6 responses to “Supersemar dan Generasi Tanpa (Kepastian) Sejarah

  1. tu_tussssssssss August 6, 2008 at 2:44 pm

    ye?????????????? doa j yukkkkkkkkk yar cpet ktmu

  2. nyit_nyit August 6, 2008 at 2:36 pm

    lucu juga c……………….ms surat sepnting tu bisa ilang…………. cp yang ngmpetin n dmn surt tu skg cm yg MAHA TAHU yg tahu dmn srt tu skg……………. benerkn???????????? tp q ga s7 klo sendainya bner soeharto yg umptin srat tu.mg j de srat tu cpet ktmu.

  3. aku January 28, 2008 at 2:00 pm

    yah sudah lah…
    kalo emang supersemar bener bener ilang mau gmn lagi toh bukti buktyi sudah lenyap apalagi soeharto juga udah alm…

    mau bagaimana lagi melacaknya….

    semua yang tau ttg kejadian itu palingan dah udah disogok ama yang ngumpetin….

    mana mau buka mulut…

    kalo pun ktm pasti udah di smpen lg ma kel soeharto ma ank cucu nya,,
    kalo ga gt tar mereka dpt warisannya ga sebanyak itu dunk abis sisanya d kembalilin ke ind sih..
    jd mrk brt hati…

    iya nggak???????????

  4. irenk September 17, 2007 at 12:25 pm

    soeharto adalah tokoh SUPERSAMAR

  5. chim3nk September 11, 2007 at 12:57 pm

    saya mengakui memang yang dilakukan oleh soeharto adalah sangat profesional. dia melakukan kudeta sangat efektif, yaitu dengan cara sangat profesional. tidak langsung menurunkan jabatan soekarno, tapi soeharto mengikuti proses yang sangat licik. itu terbukti dengan tidak adanya naskah supersemar yang asli. karena supersemar itu telah hilang dari muka bumi. saya percaya itu karena presiden soekarno pernah berkata pada mega, eswaktu beliau jadi tahanan di istana Bogor oleh rezim orde baru ” biarlah saya menjadi korban kebohongan asal rakyat ku makmur”.

  6. Frans August 27, 2007 at 9:38 am

    Supersemar asli menurut saya telah dihilangkan soeharto. dia sengaja demikian agar tidak dapat ditemukan bukti kudeta merangkaknya. soeharto memang licik, menggunakan cara2 seolah konstitusional untuk menjatuhkan Presiden Soekarno. perintah dalam supersemar adl jelas tidak menyerahkan kekuasaan executif ke soeharto tapi prakteknya diselewengkan demi sistematis pelan tapi pasti menjatuhkan Bung Karno.G30S bukan didalangi PKI, teapi konflik internal AD. PKI adl korban yang tertuduh dalam masalah ini. karena AD terkenal bermusuuhan dengan PKI. situasi menguntungkan soeharto untuk menindas jendral2 korban G30S agar yang tertuduh adl PKI. dibalik ini juga ada agen CIA,sbg supplier bagi soeharto. kudeta merangkak soeharto sungguh berhasil. PKI dan Bung karno tenggelam dalam sejarah RI. Bung Karno tidak ingin perpecahan dalam NKRI,maka dirinya lebih tenggelam dalam sejarah.akan tetapi ternyata dirinya malah dieksekusi oleh eksekutornya yang durhaka adl letjen soeharto. apa kesalahan Bung Karno sehingga harus jadi tahanan rumah sampai dia wafat?? Bung karno dari muda sampai wafat sering masuk penjara dalam penjajahan belanda. bahkan akhirnya dia pun dipenjara oleh soeharto, bangsanya sendiri, sampai Bung karno wafat. sanggupkah soeharto menanggung semua dosa2 yang terberat dlm hidupnya? membantai nyawa jutaan bangsa sendiri, membantai PKI, menjatuhkan Bung Karno dan memenjarakannya sampai wafat, melakukan KKN, membuat diskriminasi bangsa. berat sekali dosa2 soeharto!! seharusnya dia kini harus dipenjara sampai wafat dan pasti masuk neraka terberat!!

%d bloggers like this: