Photoshop Tutorial – Graphic Design

Photoshop tutorial, Graphic Design, web design, web programming, design graphic, logo design, Advertising Design, Free e-book, politic, history, SEO, desain indonesia

Memaknai Pemikiran Nasionalisme Soekarno


soekarno-1.jpgImage Soekarno seorang pribadi yang lengkap. Namanya harum di mana-mana. Bung Karno ini, tercatat sebagai satu fragmen dari ‘the Founding Father’-nya Indonesia. Sikap revolusioner, berwibawa, tegas, didukung pula dengan pemikiran yang brilian, menempatkan ia pada posisi penting dalam sejarah pemikir politik Indonesia. Hasilnya, lahir ide besar Nasionalisme Indonesia. Menurut Bung Karno, seorang Nasionalis sejati adalah orang yang bersedia berbakti dan memperbaiki nasib kaum kecil dari segala kemelaratan serta melindungi rakyat dari penindasan.

Soekarno sangat anti terhadap kolonialisme dan imperialisme. Penindasan bukan hanya datang dari para kapitalis asing saja, tetapi juga dari para kapitalis bangsa sendiri, dari kesewenang-wenangan kaum borjuis lokal. Hanya nasionalisme yang bersifat Marhaenis-lah yang bisa menjalankan tugas sejarah guna menghilangkan segala borjuisme dan kapitalisme. Untuk itu, tulisan singkat ini mencoba menguraikan secara epistimologis terbentuknya konsep nasionalisme versi Soekarno. Marxisme tetap menjadi sumber inspirasi dalam pembentukan konsep nasionalisme tersebut.

Awalnya, pemikiran Soekarno dipengaruhi ajaran Marxisme. Manuskrip-manuskrip Karl Marx, Friederick Engels, dan Lenin sudah dipahaminya, ketika ia masih tinggal dengan keluarga H.O.S Tjokroaminoto di Surabaya. Masa itu, Soekarno mulai menyelami pikiran tokoh-tokoh besar dunia.

Di antara berbagai pikir besar itu, Soekarno sangat tertarik dengan historis materialisme ala Marxis. Pola analisa Marxis digunakannya untuk perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme.

Baginya, Nasionalisme pada dasarnya mengandung prinsip kemanusiaan, cinta tanah air yang bersendikan pengetahuan serta tidak khauvinisme. Marxisme pun, mengandung prinsip persahabatan dan penyokongan, anti kapitalisme dan imperialisme. Lebih lanjut, Marhaenisme dikembangkan sebagai alternatif terhadap konsep proletar Karl Marx. Konsep ini lahir ketika Soekarno baru berumur 20 tahun. Pada waktu itu, ia sedang enggan pergi kuliah dan bersepeda memutari Bandung Selatan, dan bertemu dengan seorang petani kecil bernasib malang bernama Marhaen. Sejak itulah, ia menamakan seluruh rakyat Indonesia dengan nama Marhaen.

About these ads

3 responses to “Memaknai Pemikiran Nasionalisme Soekarno

  1. andre October 22, 2008 at 11:26 am

    tugasku jadi tambah lengkap dengan info ini,,,,, tapi kurang lengkap lek,,,,

  2. uthe February 5, 2008 at 12:34 pm

    ma’aciih yaw…

    infonya sangat membantu… =)

  3. ayuww December 15, 2007 at 8:24 pm

    makasiy..
    info tentang Bung Karno amat membantu dalam tugas ku..

    thx yaw..
    ^_^

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers